Jumat, 10 Juli 2009

Alam tersenyum kepadaku
Dan waktupun tak terasa aku lalui
Saat keceriaan hatimu kurasa
Dan aku lihat wajahmu penuh dengan senyuman

Namum saat hatimu kesal karenaku
Dan cemberut nampak diwajahmu
Serasa alam ikut menghujatku
Yg menjadikan detik demi detik berasa lambat kujalani.

Aku tahu ada salah hari ini
Dan sebelum dingin malam menyelimuti

I want to say i'm sorry honey..
And gud nite...
I hope tommorow will be better

F: 5353 at 10 Juli 2009 / 21:04

Senin, 09 Maret 2009

Sejak ku mengenalmu...

Bismillah...

Ku telah kehabisan kata... utk mendeskripsikan semua yg kurasakan saat ini. Semua mengalir begitu saja. Tidak kita rencanakan dan tdk pernah menyangka sebelumnya.
Rencana Alloh memang sungguh indah dan tdk terduga. Sebagai makhluk kita hanya menjalani segala sesuatunya, baik yg menyenangkan maupun yg menyedihkan.
Jadi inget kalimat "saat kita bahagia janganlah terlalu meluapkan rasa kebahagiakan dg berlebihan, kl tdk ingin besok menangis"
So.. mensyukuri kebahagiaan dgn sewajarnya saja, krn suatu saat / kapanpun Alloh bisa mengubahnya.

Cinta memang kadang muncul tanpa kita sadari, saat semuanya berjalan baru kita merasakan ternyata memang lebih indah dari apa yg kita bayangkan sebelumnya.
Rasa ini menggiringku ke sebuah babak baru, pengalaman baru dan memberi warna pelangi di langit-langit perjalanan hidupku.

Semakin ku mengenalmu lebih dekat, kurasakan sesuatu yg berbeda. Semakin besar rasa utk memilikimu. Terima kasih utk "penjaga hatiku" yg tetep setia disana.
Semoga kita bisa mempertahankan dan merawatnya sampai Alloh menentukan babak baru utk kita.

"Cintai diriku seperti aku mencintai mu..."

Selasa, 22 Juli 2008

Filosofi dari Sebuah "Ikatan Pernikahan"

UNTUK SUAMI
(Sebuah Syair Renungan Singkat Bagi Laki-laki)
Pernikahan atau perkawinan, Menyingkap tabir rahasia ...
Isteri yang kamu nikahi,
Tidaklah semulia Khadijah,
Tidaklah setaqwa Aisyah,
Pun tidak setabah Fatimah ...
Justru Isteri hanyalah wanita akhir zaman,
Yang punya cita-cita, Menjadi solehah...
Pernikahan ataupun perkawinan,
Mengajar kita kewajiban bersama ...
Isteri menjadi tanah, Kamu langit penaungnya,
Isteri ladang tanaman, Kamu pemagarnya,
Isteri kiasan ternakan, Kamu gembalanya,
Isteri adalah murid, Kamu mursyid (pembimbing)-nya,
Isteri bagaikan anak kecil, Kamu tempat bermanjanya ...
Saat Isteri menjadi madu, Kamu teguklah sepuasnya,
Seketika Isteri menjadi racun, Kamulah penawar bisanya,
Seandainya Isteri tulang yang bengkok, ber-hati²lah meluruskannya ...
Pernikahan ataupun perkawinan,
Menginsafkan kita perlunya iman dan taqwa ...
Untuk belajar meniti sabar dan ridho,
Karena memiliki Isteri yang tak sehebat mana,
Justru kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Muhammad Rasulullah atau Isa As,
Pun bukanlah Sayyidina Ali Karamaullahhuwajah,
Cuma suami akhir zaman, yang berusaha menjadi soleh ... Amiiin


UNTUK ISTRI
(Sebuah Syair Renungan Singkat Bagi Wanita)
Pernikahan ataupun perkawinan,
Membuka tabir rahasia,
Suami yang menikahi kamu,
Tidaklah semulia Muhammad, Tidaklah setaqwa Ibrahim,
Pun tidak setabah Isa atau Ayub,
Atau pun segagah Musa, apalagi setampan Yusuf
Justru suamimu hanyalah pria akhir zaman,
Yang punya cita-cita, Membangun keturunan yang soleh ...
Pernikahan ataupun Perkawinan,
Mengajar kita kewajiban bersama,
Suami menjadi pelindung, Kamu penghuninya,
Suami adalah Nakoda kapal, Kamu navigatornya,
Suami bagaikan balita yang nakal, Kamulah penuntun kenakalannya,
Saat Suami menjadi Raja, Kamu nikmati anggur singasananya,
Seketika Suami menjadi bisa, Kamulah penawar obatnya,
Seandainya Suami masinis yang lancang, sabarlah memperingatkannya
Pernikahan ataupun Perkawinan,
Mengajarkan kita perlunya iman dan taqwa,
Untuk belajar meniti sabar dan ridho,
Karena memiliki suami yang tak segagah mana,
Justru Kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Khadijah, yang begitu sempurna di dalam menjaga
Pun bukanlah Hajar ataupun Mariam, yang begitu setia dalam sengsara
Cuma wanita akhir zaman, yang berusaha menjadi solehah ... Amiiin

Dikutip : http://aas-agung.tripod.com/doa_hikmah.htm

Sabtu, 19 Juli 2008

Nasi Kuning... Em... Lezat.. nA...

Em.. pagi ini ada yg tiba-tiba telpon, trus.. nganter bungkusan.. 
E... Ternyata Nasi Kuning.. hehehe....


Padahal kemarin-kemarin dah mupeng banget pengen maem nasi kuning. ya Alhamdulillah ini td ada yg ngasih :d..


Kapan-kapan mau lagi dunk.. ckckckck...


Thanks..